Tips Membeli Rumah yang Aman


Tips Membeli Rumah ala MilihRUmah.com

Apakah Tips-tips Membeli Rumah Yang Aman?

Terkadang membeli rumah dikemudian hari timbul masalah yang berujung kasus ke meja hijau. Contoh kasus rumah yang dibeli dihuni pihak lain (penyewa ataupun diduduki pihak lain), letak rumah ternyata tidak ada jalan keluarnya (dikenal tanah helikopter), bukti kepemilikan bermasalah, terkena rencana pelebaran jalan, luas bangunan tidak sesuai dengan IMB dsb. Karena banyaknya masalah yang bisa saja terjadi, anda harus mengerti tips membeli rumah yang aman sebelum anda memulai transaksi jual-beli.

Mungkin pula setelah pembayaran tanda jadi ataupun uang muka ternyata transaksi tidak dapat dilanjutkan / tertunda seperti statusnya masih warisan (ada yang meninggal), statusnya masih gono gini (cerai tetapi belum ada pembagian goni gini), terbeban sita, penjual tidak lengkap (ex suami / istri tidak bersedia hadir atau sebagian ahli waris tidak bersedia hadir), ada pembolkiran dikantor pertanahan dsb.

Berikut ini adalah beberapa tips membeli rumah yang telah kami rangkum sedemikian rupa agar meminimalisir resiko yang mungkin timbul.

Adapun tips membeli rumah tersebut sebagai berikut :

1. Calon pembeli harus datang kelokasi untuk melihat dan masuk kerumah yang akan dibeli ;

2. Calon pembeli melihat dokumen kepemilikan :

  • Sertifikat Hak Milik, Sertifikat Hak Guna Bangunan, Sertifikat Hak Guna Bangunan diatas HPL, Sertifikat Hak Pakai ? ;
  • Nama Pemegang Hak, Jatuh Tempo nya, Surat Ukur / Gambar Situasi ;
  • Dijaminkan / diagunkan di bank atau tidak ;
  • Ijin Mendirikan Bangunan ;

(Sekalipun dokumen kepemilikan ini nantinya akan diteliti oleh Notaris / PPAT dan Kantor Pertanahan)

3. Siapa penjualnya :

  • Orang yang namanya tercantum sebagai pemegang hak pada sertifikat, statusnya lajang ataukah menikah, janda ataukah duda, anak dibawah umur (dibawah 21 tahun belum menikah) ;
  • pemegang kuasa ?

4. Catat meter air dan listrik ;

5. Siapa brokernya ;

6. Perhitungkan persiapan harga pelunasan, BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan), biaya cheking sertifikat ke kantor pertanahan, biaya notaris dan biaya balik nama sertifikat ;

7. Saat transaksi sekaligus minta rekening air, telpon, retribusi, bukti pembayaran PBB, kunci rumah dsb.

Notaris dan PPAT pun akan melaksanakan kewajibannya dengan maksimal seperti meminta dan meneliti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terbaru, identitas penjual (KTP, akta kawin, akta cerai, NPWP), identitas pembeli (KTP, kewarga negaraan, NPWP), sertifikat akan dilakukan cheking terlebih dahulu pada kantor pertanahan. Saat transaksi yang hadir dan membubuhkan tanda tangan pihaknya lengkap.

Itulah beberapa tips membeli rumah yang telah kami rangkum untuk anda semua. Semoga bermanfaat bagi anda semua.

Salam,
Tri Hartono, advokat
Founder MilihRumah.com


Tinggalkan Komentar